Gelaskosong
Cara Membedakan Orang Kaya Beneran & Orang Kaya Jadi-Jadian Cara Membedakan Orang Kaya Beneran & Orang Kaya Jadi-Jadian
Gelaskosong – Dimana-mana yang namanya harta selalu saja bikin silau mata, betul ? Dengan harta atau kekayaan segala sesuatu dapat kita raih “Kata Mereka”.... Cara Membedakan Orang Kaya Beneran & Orang Kaya Jadi-Jadian

Gelaskosong – Dimana-mana yang namanya harta selalu saja bikin silau mata, betul ?
Dengan harta atau kekayaan segala sesuatu dapat kita raih “Kata Mereka”. Kekayaan juga sering dianggap sebagai tolak ukur untuk menilai derajat sesorang, mereka yang memiliki kekayaan otomatis akan menjadi manusia terpandang (katanya), tak heran bila sebagian orang bahkan hampir semua orang berlomba-lomba untuk meninggkatkan level derajat mereka dengan mencari kekayaan yang lebih dan lebih.

Tidak ada yang salah jika seseorang giat bekerja demi mengumpulkan kekayaan yang memang begitu di inginkan. Tapi sayangnya setelah usaha mereka meningkatkan kekayaan tercapai, banyak sekali kita temua orang-orang yang memamerkan kekayaannya hanya untuk pencitraan saja, coba deh kalian liat beberapa update status di media sosial terutama mereka para muda mudi jaman now. Ada yang pamer kendaaraan baru, makan ditempat mewah, pamer aksesoris bermerk dll. Jika itu merupakan hasil kerja kalian sendiri “it good” artinya kalian telah sukses di usia muda , bagaimana jika itu merupakan harta orang tua ? apa yang bisa dibanggakan dari kekayaan fiktif tadi ?

Pada kesempatan kali ini kita cari tau cara membedakan orang kaya sesungguhnya dan orang yang ingin terlihat kaya.

1.   Tidak Suka Pamer di Sosial Media

Cara pertama untuk membedakan ialah dengan melihat dari sosial medianya. Mereka yang beneran kaya pada dasarnya tidak suka pamer kekayaan di sosial media, sedangkan mereka yang sok kaya “Pencitraan” sangat gemar memamerkan kekayaan yang mereka miliki. Pencitraan yang mereka lakukan bertujuan untuk mendapatkan perhatian orang lain, mencari sensasi dan mendapatkan kesenangan pribadi.

Penyebabnya adalah apa yang mereka pamerkan merupakan hal yang sangat langka mereka dapatkan atau bahkan baru pertama kali mereka dapatkan. Misalnya mereka pamer sedang makan di resto mahal, menginap di hotel berbintang, atau sebagainya.

Mereka orang kaya sejati tidak suka pamer karna bagi mereka itu merupakan hal biasa-biasa saja, yang memang sudah sangat sering mereka dapatkan atau sangat sering mereka lakukan di kehidupan sehari-hari.

2.   Fokus Pada Investasi Bukan Konsumsi

Cara orang kaya sejati dalam mengelola kekayaanya jelas berbeda dengan orang yang sok kaya.
Mereka orang kaya sesungguhnya lebih mengutamakan Investasi guna menjaga dan meningkatkan kekayaannya untuk masa depan. Jadi harta yang mereka dapatkan akan digunakan pada hal yang lebih bermanfaat dari pada hanya sekedar konsumsi sesaat yang cenderung boros dan terasa menghambur-hamburkan uang.

Sedangkan orang yang sok kaya justru lebih besar pengeluaran untuk konsumsi pribadi dengan tujuan kesenangan sesaat dan dianggap kaya orang orang lain dengan cara pamer. Contohnya, orang kaya sejati membeli smartphone terbaru dalam skala besar (investasi) untuk dijual dan mendapatkan keuntungan lebih, sedangkan orang sok kaya membeli smartphone terbaru (konsumsi) agar tampak keren dimata orang lain.

3.   Diam Itu Emas

Bener Tuh Kata Om Bob ..

Menurut  peribahasa “Diam Itu Emas”, mungkin disinilah letak emas itu. Mereka yang beneran kaya tidak suka membicarakan atau membahas perihal kekayaan apa saja yang mereka miliki, selain karena hal itu merupakan privacy bisa jadi juga karna hal itu merupakan topik pembicaraan yang tidak penting dan tidak menyenangkan. Demi menjaga diri dari cap “Sombong” adalah hal yang sangat berharga bagi mereka.

Berbanding terbalik dengan mereka yang sok kaya, topik pembahasan perihal kekayaan merupakan hal yang sangat menyenangkan, karena disitulah puncak kepuasan mereka orang kaya fiktif. Hal inilah yang mendorong mereka sangat suka ketika membicarakan kekayaan mereka kepada orang lain, sekalipun orang tersebut tidak ada yang menanyakan.

4.   Tidak Suka Iri Hati

Orang kaya fiktif akan sangat mudah terserang penyakit iri hati ketika melihat tetangganya baru saja membeli barang baru. Dia akan membeli barang serupa  sesegera mungkin atau bahkan membeli barang yang lebih mahal lagi,walaupun dengan cara kredit (memaksakan diri).

Berbeda dengan orang beneran kaya, mereka sama sekali tidak terpengaruh dan tidak ada sedikitpun rasa iri hati yang seperti itu. Karena mereka membeli suatu barang berdasarkan apa yang mereka butuhkan, bukan berdasarkan apa yang mereka inginkan.

5.   Tak Membutuhkan Pengakuan

“CEO & Founder Facebook jalan-jalan pakek kaos dan celana kolor doang (Kayak Orang Miskin)”

Ingin diakui sebagai orang kaya adalah hal yang di incar mereka yang sok kaya. Suka memamerkan harta benda merupakan cara mereka mendapatkan pengakuan dari lingkungan sekitar dan lingkup sosial media (biasa OKB). Tapi bagi orang yang kaya beneran, justru tidak membutuhkan pengakuan tersebut, kembali ke pembahasan no 3 “Menghidari Cap Sombong” dimata masyarakat. Orang kaya beneran akan cenderung tampil apa adanya dan bersikap cuek terhadap pendapat miring orang banyak.

6.   Tabungan Merupakan Suatu Kewajiban

Bagaimanapun banyaknya kekayaan seseorang kalau tidak bisa menabung lambat laun pasti habis, tak jauh beda dengan poin bahasan ke 2. Orang kaya beneran akan mengutamakan tabungan, baik dalam bentuk Uang ataupun barang yang memiliki nila jual tinggi dikemudian hari.

Disinilah letak perbedaannya dengan orang yang sok kaya,  alih-alih untuk menabung orang ini lebih cenderung untuk menghambur-hamburkan uang yang dimilikinya hanya untuk memenuhi hasrat dan keinginannya. Menikmati hasil boleh-boleh saja tapi jangan lupa untuk menyisihkan sebagaian untuk ditabung.

 

Walau demikian karakter setiap orang berbeda-beda, selanjutnya kembali pada pribadi masing-masing. Tak semua orang sama tak semua orang suka pamer dan tak semua orang suka menyombongkan diri. Sekilas itulah cara membedakan orang yang beneran kaya dan orang yang sok kaya. Semoga bisa menjadi referensi dan bahan untuk bisa memperbaiki cara kita bersikap dalam lingkungan tempat tinggal ataupun di sosial media.

 

Muhamad Irfan

saya ya saya,, hanya orang biasa yang mencoba mencari celah dalam sempitnya pola fikir diri sendiri dan orang lain terhadap saya, biarkan saja mereka berkarya dengan caranya, apapun itu, siapapun itu, tetaplah sama MANUSIA !!

No comments so far.

Be first to leave comment below.

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: